
sumber gambar : cek-info.blogspot.com
November Rain
Ada semacam kebiasaan buruk yang dimiliki oleh kita orang Indonesia, entah itu disadari atau tidak. Kebiasaan buruk yang sebenarnya cukup fatal tapi seolah-olah tidak apa-apa dan sering dimaklumi. Kebiasaan buruk itu adalah "tidak membaca aturan pakai", tidak usah mengelak, hal ini pasti sering terjadi pada diri anda -saya juga- hanya perlu diperbaiki saja.
Akhir-akhir ini, media kita, baik cetak maupun elektronik sedang gencar-gencarnya membahas mengenai pulau Komodo, khususnya keikutsertaannya dalam pemilihan New7Wonder. Pemilihan yang sebenarnya sudah dilakukan sejak lama ini tapi di Indonesia baru heboh akhir-akhir ini, menyita perhatian seluruh masyarakat Indonesia, bahkan menutupi kasus-kasus lain yang heboh sebelumnya, sebut saja kasus wisma atlet dan korupsi di Kemenakertrans.
Seperti yang kita tahu, bahwa Pulau Komodo saat ini sedang ikut serta dalam pemilihan -katanya- 7 keajaiban dunia baru, yang diadakan oleh New7Wonder. Saat ini Komodo sudah memasuki tahapan final bersama dengan 27 nominasi lainnya. Oleh karena itu, akan semakin sering kita dapati baik melalui SMS ataupun Pesan di jejaring sosial yang meminta kita untuk berpartisipasi untuk melakukan Vote terhadap Komodo, baik itu melalui situs New7Wonder ataupun melalui SMS ??? yang katanya gratis.
Hanya saja, sampai sekarang ini saya termasuk salah satu orang yang "kurang sreg" dengan acara pemilihan ini. Awalnya, ketika tahu bahwa Komodo turut berpartisipasi saya sangat semangat melakukan voting, waktu itu masih lewat surel.
Bahkan 5 Surel yang saya punya semuanya saya gunakan untuk melakukan vote di situs resmi New7Wonder.
Kurang sreg-nya saya ini disebabkan oleh beberapa hal, yang mana hal ini baru saya dapatkan ketika saya sudah melakukan vote, lebih tepatnya ketika Vote Komodo ini kembali heboh dan saya mencoba untuk mencari tahu.
Pertama, pemilihan 7 keajaiban dunia baru yang dilakukan oleh pihan New7Wonder bukanlah yang pertama kali, hal serupa sudah pernah dilakukan pada tahun 2007. Jadi, nanti ketika 7 "keajaiban" yang kali ini masuk nominasi diumumkan maka sudah terdapat 14 keajaiban dunia versi New7Wonder. Kalau even semacam ini dilakukan setiap 4 tahun sekali, maka akan ada berapa keajaiban dunia ? dan menurut saya hal tersebut sudah tidak memiliki nilai prestise lagi. Padahal tujuan memenangkan lomba ini agar Komodo memiliki nilai spesial.
Kedua, bahwa dari analisa yang ditulis oleh Priyadi Iman Nugroho disini, keuntungan yang selama ini digembar-gemborkan akan didapatkan apabila Komodo berhasil memenangkan kompetisi ini tidak memiliki landasan yang jelas. Hal ini didasarkan pada dampak yang didapatkan oleh pemenang New7Wonder tahun 2007.
Ketiga, saya tidak suka dengan promo besar-besaran kita yang tentunya juga mengeluarkan biaya besar, masih banyak yang bisa kita gunakan untuk biaya yang sebesar itu. Saya juga sangat tidak simpati dengan pernyataan ketua pemenangan Komodo, Emmy Hafild :
Itu karena kita dan Maladewa sama-sama "negara miskin", yang masih punya banyak hal yang perlu dibiayai daripada untuk sekedar mendapatkan nilai Prestise.
Dan kalau benar, Indonesia harus membayar biaya promosi sebesar 450 ribu U$ dollar ketika nanti dinyatakan terpilih sebagai pemenang, maka saya akan berdoa semoga Komodo tidak terpilih sebagai 7 keajaiban dunia baru versi New7Wonder.
Jadi, telitilah "sebelum membeli", baca "aturan pakai" dan jangan sampai kita terjebak pada "nasionalisme buta".
Salam Hangat Putra Sawerigading
