Recent Posts

Jumat, 15 Oktober 2010

DAGO 367

Dago 367, kampus STKS Bandung


Bismillahirrahmanirrahim

Anda mungkin bingung dengan judul postingan saya kali ini, tapi bagi anda yang pernah berkunjung ke Bandung, rasanya sudah agak mengerti dengan apa yang saya maksud -walaupun tidak sepenuhnya- soalnya Dago 367 merupakan suatu kesatuan, tidak terpisahkan dan rasanya jika memahaminya hanya sepotong-sepotong -hanya Dago atau hanya 367 nya-, akan semakin membuat anda bingung. Nah dari pada bingung silahkan nikmati saja tulisan yang rada kacau ini.

Dago. siapa yang tidak tahu kawasan ini, apalagi bagi anda yang pernah berkunjung ke kota kembang ini, rasanya kunjungan ke kota Bandung tidak akan lengkap tanpa berkunjung ke kawasan ini, apalagi bagi anda yang mempunyai jiwa belanja yang tinggi, kawasan ini merupakan tempat yang tepat anda kunjungi jika berkunjung ke kota Bandung.

Bagaimana tidak, di sepanjang jalan Dago atau jalan Ir.H. Juanda ini, berjejeran outlet-outlet yang siap melayani nafsu belanja anda, mulai dari kebutuhan ujung kaki sampai ujung rambut anda, tersedia semuanya di outlet-outlet yang berjejer di sisi kiri dan kanan jalan ini. Jadi tidak mengherankan jika di hari-hari libur kawasan Dago ini sangat padat oleh kendaraan-kendaraan yang berasal dari luar kota Bandung, hampir sulit menemukan tempat parkir yang kosong jika anda berkunjung ke kawasan ini di akhir pekan.

Tak hanya outlet-outlet yang berjejeran, di kawasan Dago ini juga terdapat setidaknya beberapa hotel berbintang, salah satunya adalah Hotel Sheraton yang sering kali menjadi tempat tinggal Bapak Presiden ketika berkunjung ke kota ini, salah satu di antaranya ketika beliau melakukan deklarasi pada pilpres tahun 2009 yang lalu.

Kembali ke topik awal Dago 367, ada apa sebenarnya di Dago 367, apakah tempat ini bersejarah ? mungkin bagi sebagian orang, tempat ini sangat bersejarah, banyak orang yang menjadi "orang besar" setelah dari tempat ini, banyak orang yang merintis karirnya dari tempat ini, dan tidak sedikit yang menemukan pasangan hidupnya di tempat ini. Hebat kan ???

Dago 367, sebuah tempat yang kalau dilihat sepintas tidak ada istimewanya sama sekali -kecuali banyak orang yang berpakaian dinas- setiap hari keluar masuk dari tempat ini, mulai dari yang berpakaian dinas ala tukang sapu sampai ke orang yang berpakaian dinas ala pejabat eselon satu, semuanya bisa di temukan di tempat ini.

Bagi saya sendiri tempat ini sangat penting, setidaknya untuk saat ini. Hampir 10 jam dalam sehari, 5 hari dalam seminggu, dan 20 hari dalam sebulan, saya menghabiskan waktu saya di tempat ini, bergulat dengan kertas-kertas ataupun slide-slide komputer yang tak jarang membuat saya sendiri bosan dan berpikir kapan semua ini akan berakhir, walaupun tidak jarang ada hal-hal yang membuat saya berharap semua ini tidak cepat berakhir atau kalau bisa jangan sampai berakhir. Tapi semua tetap saja berjalan sesuai dengan kemauan Nya, tidak bisa saya percepat sesuai keinginan saya atau saya hentikan kapanpun saya mau.

Dago 367, sebuah tempat yang sampai 1 tahun ke depan -insya Allah- akan tetap menjadi bagian penting dalam hidup saya, sebuah tempat yang memberikan banyak pelajaran dalam kehidupan saya, sebuah tempat yang telah memberi warna tersendiri dalam kehidupan saya baik itu warna yang cerah ataupun warna yang sedikit gelap. Sebuah tempat yang telah mengisi secara "permanen" salah satu ruangan di hati saya. Dago 367 tempat yang saya harapkan bisa menjadi jembatan yang mengantarkan saya menuju ke masa depan seperti yang saya harapkan.

Dago 367 itu kampus saya tercinta Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial, STKS Bandung. Kampus pencetak para Pekerja Sosial Profesional.

Woalah, mau bilang kampus saja postingannya sampai panjang gini, he he maklum saja ini baru selesai UTS jadi otak nya masih miring-miring gitu, jadi maklum saja kalau postingannya juga masih miring-miring gini *emang saya pernah nulis yang gak miring ??*. Lah ini tulisan kok jadi ikut-ikut miring, woi lurus kembali dong.. sakit nih kepala bacanya...,

Oke, nah gini dong.. he he. :D

Salam Hangat Putra Sawerigading

5 Komentar:

Belantara Indonesia mengatakan...

pernah ke Bandung, malah blm pernah sampe Dago..wah ini misal Jogja, berarti kayak Malioboro gtu ya mas bro....sayang ga sampe sana..ulangi lagi ah sometime......

Awaluddin Jamal mengatakan...

@ belantara Indonesia.. iya mas bro.. ulangi saja kedatangannya.. :D

Ferdinand mengatakan...

Wah Distronya keren2 tuh hhe..... klo udah sampe disana tanggung klo gak ke Dago hhe..... aku cuma bisa ikut doain sukses nie Sob... klo emank disitu tempat yg cocok knp gak hhe.....

Semangat Sob.. :P

toko online mengatakan...

kalau datang ke Bandung rugi banget kalau gak ke dago, disana merupakan tempat yang sangat cocok buat para shop holic yang ingin berbelanja, selain barang yang berkualitas bagus, harga juga miring kok. Terimakasih infonya.

4n32 / farizy4n mengatakan...

wah... entar kapan-kapan w ke Bandung untuk lanjut sekolah...

Poskan Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda jika berkenan, apapun komentar anda pahit, asam, asin, pedas apalagi kalau yang manis akan saya terima dengan lapang dada.

KALAU MENINGGALKAN KOMENTAR, HENDAKNYA MENINGGALKAN JEJAK ANDA

Jejaknya bisa URL web atau blog, ataukah alamat e-mailnya, sehingga jika ada pertanyaan bisa dibalas ke tempat yang jelas.