Recent Posts

Sabtu, 31 Oktober 2009

ASRAMA PUTRA INDUK STKS BANDUNG

Asrama Putra Induk STKSN

Bismillahirrahmanirrahim

Lihat gambar di atas kan, itu papan nama Asrama Putra STKS Bandung, atau oleh masyarakat sekitar dan mahasiswa STKS lebih sering disebut dengan ASPA Induk. Aspa itu singkatan dari Asrama Putra, sedangkan induk, karena memang dari keseluruhan asrama Putra yang dimiliki oleh STKS Bandung Asrama inilah yang terbesar dan memiliki penghuni paling banyak, mulai dari mahluk-mahluk yang "kasar" sampai mahluk yang "halus", yang saking halusnya ia tak bisa terlihat. #hahaha

Sekarang saya mau bercerita tentang Aspa Induk ini, asrama yang akan menjadi tempat tinggal saya selama kurang lebih 2,5 tahun lagi, mulai dari lingkungan sekitarnya, bangunan, ataupun penghuninya, khusus untuk penghuninya saya hanya akan membahas yang "kasar" saja, soalnya kalau bahas yang "halus" nanti saya takut didatangin, minta surat ijin pengeksposan. 

Asrama Putra STKS ini terletak di luar kampus STKS, jaraknya sekitar 600 - 700 meter dari kampus STKS Bandung, tepatnya terletak di jalan Dago Tengah. Masyarakat di sekitar asrama ini kebanyakan adalah orang sunda asli. Selain rumah-rumah penduduk ada juga beberapa tempat kos yang terletak di lingkungan asrama ini.

Pokoknya asrama ini terletak di kawasan padat penduduk, jadi jangan membayangkan kalau di asrama ini akan terjadi kekerasan seperti yang ada di I*DN, kalau ada kekerasan bisa-bisa seniornya yang digebukin warga, jadi bisa dibilang kalau kehidupan di asrama ini adem ayem, kecuali 1 mengenai mandi, tapi nanti saja saya bahas di bawah.

Bangunan Aspa Induk ini terdiri atas 3 lantai, di lantai pertama terdapat 15 kamar termasuk 1 kamar pembina Asrama, dan 1 ruang kecil di bawah tangga yang dijadikan tempat istirahat bagi Cleaning Service asrama. Di lantai 1 inilah saya tinggal tepatnya di kamar nomor 8. Lantai 2 ada 14 kamar, sedangkan di lantai 3 terbagi atas 2 bagian, lantai 3 sayap kiri dan sayap kanan, di lantai 3 sayap kiri terdapat 2 kamar sedangkan di sayap kanan juga ada 2 kamar.


Dari 32 kamar yang ada di asrama ini, setiap kamar dihuni oleh 3-8 orang per kamar, tergantung dari besarnya kamar. Jadi bisa dibayangkan bagaimana ramainya asrama ini, di asrama ini tinggal berbagai penghuni yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, bisa di bilang kalau Asrama ini miniaturnya Indonesia, mulai dari Orang Padang, Jambi, Bangka Belitung, Jawa, Kalimantan, Papua, dan tentunya daerah asal saya sendiri Makassar - Sulawesi Selatan.

Pokoknya di asrama ini komplit ! Selama 1,5 tahun saya tinggal di asrama ini, sudah banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan, baik itu suka maupun duka. Tentu saja semuanya memberi pelajaran hidup bagi saya. 

Ingat ketika pertama kali saya masuk ke asrama ini kurang lebih 1,5 tahun yang lalu, kesan saya terhadap asrama ini adalah #jorok ! khususnya kamar mandinya. Tapi lama-kelamaan saya sudah terbiasa dengan keadaan ini, bukan artinya saya jorok, tapi saya hanya berusaha beradaptasi dan menerima keadaan yang ada, namanya juga gratis, jadi maklum sajalah kalau fasilitasnya ala kadarnya.

Seperti janji saya sebelumnya, mengenai kehidupan yang adem-ayem kecuali masalah #mandi. Jadi begini, di Asrama ini seperti yang saya katakan di atas terdapat sekitar 32 kamar, yang bepenghuni 3-8 orang per-kamar. Jadi kalau dirata-ratakan jumlah penghuni kasarnya yaitu sekitar 190-an orang dengan jumlah kamar mandi hanya sekitar 25-an, itupun tidak berfungsi semua. 

Kalau sudah begini, mandi sudah menjadi sebuah masalah serius yang perlu mendapatkan intervensi yang baik dari semua pihak, sok PEKSOS ! Yang paling menjengkelkan itu adalah kalau perkuliahan di mulai pada pukul 07.00 WIB. Kalau mau kebagian mandi yah mesti bangun cepat, soalnya kalau bangun terlambat, sudah dipastikan bahwa anda akan antri dan menyebabkan anda akan telat kuliah. Jadi deh kalau masuk pagi saya mandi pukul 05.30 pagi, bisa dibayangkan-kan bagaimana dinginnya, apalagi kawasan Dago ini terletak agak ke gunung.

Sedangkan bagi teman-teman yang tidak sempat merasakan dinginnya air karena terlambat turun kasur, akhirnya ke masuk kuliah hanya dengan bermodal cuci muka plus gosok gigi.

Hal yang paling seru adalah ketika ada pertandingan sepakbola, khususnya kalau Liga Champion sedang ditayangkan.Maklumlah asrama ini kan dihuni oleh 100 % kaum pria, yang sekitar 70 %-nya adalah penggemar sepakbola. Jadi deh orang-orang yang tidak gila bola akan menggerutu di Subuh hari mendengar teriakan-teriakan para maniak bola yang ada di asrama ini. 

Saya juga sering dibuat jengkel oleh maniak-maniak bola ini, apalagi kalau besoknya saya ada kuliah pagi. Saya sering berpikir apa para maniak ini tidak bisa apa menonton bola tanpa berteriak ! Yah, walaupun begitu asrama ini tetap menyenangkan.

Masih banyak lagi yang mau dan bisa saya ceritakan mengenai kehidupan di asrama ini, tapi berhubung saya sudah agak lelah mengetik tuts-tuts di keyboard di laptop saya, postingan ini saya akhiri saja dulu disini, lain kali kalau ada waktu akan saya sambung lagi, ini adalah sebuah janji, #JanjiUntukKehormatan !

Salam Hangat Putra Sawerigading

Senin, 26 Oktober 2009

KUINGIN KAU TAHU, FAVORITE SONG


sumber gambar : podbean.com


Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah UTS akhirnya sudah berakhir, dan besok pagi rutinitas kuliah akhirnya akan dimulai lagi, berhubung besok perkuliahan baru akan dimulai pada pukul 10 siang, akhirnya saya putuskan malam ini untuk begadang dulu, eits tunggu dulu, saya begadang bukan TIDAK ADA GUNANYA, tapi saya begadang untuk menyelesaikan beberapa tugas kuliah yang belum selesai, dan akhirnya saya sempatkan untuk membuat postingan baru.

Kali ini seperti kebiasan-kebiasaan saya sebelumnya, saya tidak akan membuat postingan yang berat-berat, tapi hanya berupa cerita-cerita ringan, yah hanya sekedar intermezzo.., he he he.., kali ini Awaluddin Jamal akan membuat postingan mengenai sebuah lagu yang akhir-akhir ini sangat sering mengisi list lagu di alat pemutar musik di laptop saya, he he.., gak penting banget !!!

Yah abis mau apalagi.., soalnya kepala saya masih agak sedikit pusing, mungkin ini efek dari habis menghafal abis-abisan selama UTS kemarin, So.., ini dia lagunya, sebuah lagu dari Andrian Martadinata yang berjudul Ku Ingin Kau Tahu..,


Sudah tahu semua kan lagunya.., yah lagu yang mungkin biasa kita dengar sebagai soundtrack dari iklan salah satu operator selular yang ada di Indonesia, kurang lebih liriknya seperti di bawah ini,

Selama aku pergi
Ku akan mengingatmu
Tak hanya sementara
Selalu dan selalu kurindukan
Senyummu untukku di sini

Ku ingin kau tahu
Meski pun ku jauh
Ku ada di hatimu

Ku ingin kau tahu
Meski pun kau jauh
Kau tetap milikku
Selamanya

Ku bernyanyi untukmu
Untukmu yang kurindukan
Tetaplah setia menungguku
‘Kan kembali

Ku ingin kau tahu
Meski pun ku jauh
Kau ada di hatiku

Ku ingin kau tahu
Meski pun kau jauh
Kau tetap milikku
Selamanya


Lagunya sih tidak menyentuh kehidupan pribadi saya, tapi tidak tahu juga kenapa saya sangat suka mendengarkannya, mungkin karena lirik lagu ini yang sederhana dan mudah untuk di pahami, ditambah lagi dengan aransemen lagunya yang cukup enak buat di dengarkan, jadilah lagu ini menjadi salah satu lagu favorite saya.

Buat teman-teman, maaf yah kalau postingan kali ini, rada aneh.., (loh kan emang dari dulu saya suka posting hal-hal yang nggak menarik he he he.., ).., biarlah.., loh kok perasaan semakin mau berakhir, postingan ini semakin tidak jelas, yah sudah dari pada semakin tidak jelas saya akhiri saja postingan kali ini.

Salam Hangat Putra Sawerigading

Selasa, 20 Oktober 2009

MUHAMMAD JUSUF KALLA

Muhammad Jusuf Kalla

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah, akhirnya ada waktu juga buat postingan setelah seminggu terakhir ini bergelut dengan UTS (Ujian Tengah Semester), yang menyita seluruh waktu dan pikiran saya, Woah Lebay : #ModeOn.

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa pada hari ini, Selasa 20 Oktober 2008, adalah hari pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia terpilih, yaitu Bapak Susilo Bambang Yudhoyono dan Bapak Boediono, sekaligus mengakhiri masa jabatan Pasangan Presiden dan Wapres terpilih tahun 2004 SBY-JK. Bagi SBY beliau kembali dipercaya oleh rakyat Indonesia untuk memimpin negara ini selama 5 tahun kedepan, akan tetapi bagi JK, hari ini merupakan hari terakhir untuk menjalankan tugasnya sebagai Wakil Presiden Indonesia, dan selanjutnya akan diteruskan oleh Boediono.

Seperti yang diberitakan oleh detikNews, bahwa hari ini juga Jusuf Kalla beserta keluarganya telah meninggalkan rumah dinas Wakil Presiden. JK meninggalkan rumah dinas pagi ini, untuk menghadiri acara pelantikan Presiden dan Wapres terpilih di gedung DPR, setelah dari DPR JK tidak lagi menuju ke rumah dinas Wakil Presiden melainkan menuju ke kediaman pribadinya.

Kali ini saya akan merangkum sebuah biografi singkat mengenai Bapak Jusuf Kalla, tulisan ini bukanlah hasil tulisan tangan saya sendiri, melainkan hasil copy-paste dari beberapa situs.


Jusuf Kalla, lahir di Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan pada tanggal 15 Mei 1942 sebagai anak ke-2 dari 17 bersaudara, dari pasangan Haji Kalla dan Athirah. Pengusaha keturunan Bugis yang memiliki bendera usaha Kalla Group. Bisnis keluarga Kalla tersebut meliputi beberapa kelompok perusahaan di berbagai bidang industri. Tahun 1968, Jusuf Kalla menjadi CEO dari NV Hadji Kalla. Di bawah kepemimpinannya NV Hadji Kalla berkembang dari sekedar bisnis ekspor-impor, meluas ke bidang-bidang perhotelan, konstruksi, pejualan kendaraan, perkapalan, real estate, transportasi, peternakan udang, kelapa sawit, dan telekomunikasi. Di Makassar, Jusuf Kalla dikenal akrab disapa oleh masyarakat dengan panggilan Daeng Ucu.

Akan tetapi bisnis yang dikelola ini, tidaklah berawal dari start yang baik, ketika diserahkan kepada Jusuf Kalla bisnis ini sedang mengalami kemunduran, akibat dari situasi ekonomi mengalami krisis berat akibat kebijakan politik luar negeri yang ekspansif dari Presiden Soekarno. Saat itu, Indonesia menghadapi konfrontasi dengan Malaysia. Krisis berat itu mulai terjadi tahun 1964. Krisis ini diperparah oleh tragedi berdarah September 1965.

Bulan Desember 1965, kabinet Bung Karno mengambil kebijakan drastis di bidang moneter, memotong nilai rupiah dari Rp 1.000 menjadi hanya Rp 1. Saat itulah Haji Kalla yang menjadi anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, meminta putranya, Ucu, untuk menentukan pilihan. Pada sebuah dialog yang menentukan perjalanan panjang NV Hadji Kalla ke depan, sang ayah bertanya kepada putra keduanya: “Bagaimana dengan perusahaan keluarga?” Pertanyaan berikutnya, “Apakah ditutup saja?”

Pertanyaan kedua membuat Ucu yang masih bergiat memimpin Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), tersentak. Dia tak sempat berpikir panjang dan Ucu memilih berhenti menjadi aktivis untuk memusatkan dirinya pada pengembangan perusahaan keluarga dan Ucu telah mengambil pilihan yang tepat.

Ayah Ucu memodalinya hanya dengan seorang karyawan tetapi ini tidak membuatnya cemas atau gusar. Ibunya, selain terus berdagang sarung sutera, juga mengelola tiga bus antar kota. Ayah dan ibunya mengedepankan asas agama dan memegang teguh etika berdagang. Perusahaan NV Hadji Kalla juga bergiat di bidang impor-ekspor, jual beli, dan toko. Ny. Athirah mengasuh anak-anaknya penuh kesabaran. Ayahnya patuh menjalankan perintah agama dan sangat menghargai persahabatan, di dalam NV Hadji Kalla Ucu bertindak selaku eksekutif, sedangkan ayahnya menjadi pengawas jalannya perusahaan.

Haji Kalla hanya berada satu jam sehari di kantornya. Usai shalat Dhuhur, dia mengurusi masjid. Haji Kalla sering jalan kaki berkain sarung ke dan dari kantornya di Pasar Sentral, Makassar. Jarak antara rumah lamanya dan kantor, kurang lebih satu kilo meter. Sedangkan rumah barunya berjarak dua kilo meter.

Di samping rumah lamanya berdiri Masjid Raya yang terbesar di Sulsel saat itu. Belasan tahun Haji Kalla menjadi bendahara masjid tersebut. Setelah ayahnya meninggal, Ucu meneruskan jabatan tersebut. Ucu mengenang, setiap selesai shalat Jum’at, teman-temanya singgah ke rumahnya, ibunya selalu menyediakan kue khas Bugis, barongko, dan jus es markisa. Barongko adalah pisang gepok yang dihaluskan, dicampur telur, santan dan gula lantas dibungkus dengan daun pisang dan dikukus.

Masjid Raya lama dibongkar, lantas dibangun Masjid Raya Al Markaz Al Islami yang megah dan berkarakter. Dua Jusuf, yaitu Jenderal (Purn) M. Jusuf bertindak selaku pelindung, sedangkan Jusuf Kalla, ketua panitia pelaksana pembangunan. Masjid Raya antara lain menyiapkan kader-kader ulama dan penghafalan Al Qur’an, sedangkan Yayasan Al Markaz melakukan kegiatan yang lebih umum, seperti sekolah, pusat pengkajian dan diskusi cendekiawan muslim dan kegiatan budaya. Pengurusan sehari-harinya diserahkan kepada kalangan cendekiawan kampus.

Jusuf Kalla memulai karir politiknya sebagai anggota DPRD Sulawesi Selatan pada tahun 1965-1968, pada saat itu juga Jusuf Kalla merupakan ketua Pemuda Golkar Sulawesi Selatan. Kemudian beliau menjadi anggota MPR-RI sebanyak empat kali sebagai utusan daerah dari Golkar. Jusuf Kalla juga pernah menjadi anggota dewan penasehat DPD Golkar Sulawesi Selatan sejak tahun 1978-1999, dan menjadi anggota dewan DPP Golkar sejak tahun 1999-2005. Sejak tahun 2005-2009 beliau menjadi Ketua Partai Golkar, di pemerintahan beliau pernah duduk di beberapa jabatan menteri, diantaranya Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia tahun 1999-2000 dan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rayat Republik Indonesia tahun 2001-2004, serta menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia tahun 2004-2009.

Demikian sedikit rangkuman tulisan mengenai mantan Wakil Presiden Indonesia ini, semoga dengan rangkuman ini kita dapat mengingat karya-karya yang telah beliau berikan kepada negeri ini.

Dikelola dari berbagai sumber


Salam Hangat Putra Sawerigading

Jumat, 09 Oktober 2009

TAGANA STKS KE PADANG




Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah, akhirnya bisa buat postingan lagi, untuk mengawali postingan kali ini terlebih dahulu saya mau menyampaikan belasungkawa yang sebesar-besarnya kepada korban gempa bumi di Sumatera Barat dan bagi keluarga yang di tinggalkan semoga diberi ketabahan oleh Allah SWT, karena di balik suatu kejadian pasti ada hikmah yang bisa kita petik, Amin.

Postingan kali ini masih berkaitan dengan bencana gempa bumi yang menimpa saudara-saudara kita di Padang, Seperti yang kita ketahui bahwa gempa bumi yang mengguncang Sumatera Barat telah menghancurkan berbagai infra struktur yang ada di sana, banyak penduduk yang kehilangan tempat tinggal mereka, dan sekarang tinggal di tempat-tempat pengungsian, oleh karena itu kemarin, Kamis 8 Oktober 2009, kurang lebih 50 orang Taruna Siaga Bencana (Tagana) STKS Bandung di kirimkan ke Padang.

Rencananya mereka berada di sana selama kurang lebih 10 hari, dan akan ditambah lagi jika diperlukan, anggota Tagana yang dikirim rencananya akan di perbantukan di berbagai pos yang ada di sana, seperti misalnya di bagian dapur umum dan pos-pos lain yang memerlukan bantuan sukarelawan.


Anggota Tagana yang dikirim berasal dari Mahasiswa STKS Bandung yang sebelumnya telah mengikuti Latihan Dasar penanggulangan bencana, yang merupakan program tahunan di STKS Bandung, sehingga relawan yang dikirimkan ini sudah mempunyai kemampuan yang cukup baik dalam hal penanggulangan bencana, serta ada pula sebagian lainnya yang sudah berpengalaman turun di daerah bencana.

Semoga dengan dikirimkannya Anggota Tagana ini, bisa mempercepat proses rekonstruksi pasca bencana di Sumatera Barat, buat teman-teman yang ada disana saya ucapkan selamat bertugas, dan semoga kalian tetap berada dalam lindungan Allah SWT, hingga selesainya tugas yang mulia ini, dan kembali dengan selamat, Amin.

Salam Hangat Putra Sawerigading