Recent Posts

Selasa, 20 Oktober 2009

MUHAMMAD JUSUF KALLA

Muhammad Jusuf Kalla

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah, akhirnya ada waktu juga buat postingan setelah seminggu terakhir ini bergelut dengan UTS (Ujian Tengah Semester), yang menyita seluruh waktu dan pikiran saya, Woah Lebay : #ModeOn.

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa pada hari ini, Selasa 20 Oktober 2008, adalah hari pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia terpilih, yaitu Bapak Susilo Bambang Yudhoyono dan Bapak Boediono, sekaligus mengakhiri masa jabatan Pasangan Presiden dan Wapres terpilih tahun 2004 SBY-JK. Bagi SBY beliau kembali dipercaya oleh rakyat Indonesia untuk memimpin negara ini selama 5 tahun kedepan, akan tetapi bagi JK, hari ini merupakan hari terakhir untuk menjalankan tugasnya sebagai Wakil Presiden Indonesia, dan selanjutnya akan diteruskan oleh Boediono.

Seperti yang diberitakan oleh detikNews, bahwa hari ini juga Jusuf Kalla beserta keluarganya telah meninggalkan rumah dinas Wakil Presiden. JK meninggalkan rumah dinas pagi ini, untuk menghadiri acara pelantikan Presiden dan Wapres terpilih di gedung DPR, setelah dari DPR JK tidak lagi menuju ke rumah dinas Wakil Presiden melainkan menuju ke kediaman pribadinya.

Kali ini saya akan merangkum sebuah biografi singkat mengenai Bapak Jusuf Kalla, tulisan ini bukanlah hasil tulisan tangan saya sendiri, melainkan hasil copy-paste dari beberapa situs.


Jusuf Kalla, lahir di Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan pada tanggal 15 Mei 1942 sebagai anak ke-2 dari 17 bersaudara, dari pasangan Haji Kalla dan Athirah. Pengusaha keturunan Bugis yang memiliki bendera usaha Kalla Group. Bisnis keluarga Kalla tersebut meliputi beberapa kelompok perusahaan di berbagai bidang industri. Tahun 1968, Jusuf Kalla menjadi CEO dari NV Hadji Kalla. Di bawah kepemimpinannya NV Hadji Kalla berkembang dari sekedar bisnis ekspor-impor, meluas ke bidang-bidang perhotelan, konstruksi, pejualan kendaraan, perkapalan, real estate, transportasi, peternakan udang, kelapa sawit, dan telekomunikasi. Di Makassar, Jusuf Kalla dikenal akrab disapa oleh masyarakat dengan panggilan Daeng Ucu.

Akan tetapi bisnis yang dikelola ini, tidaklah berawal dari start yang baik, ketika diserahkan kepada Jusuf Kalla bisnis ini sedang mengalami kemunduran, akibat dari situasi ekonomi mengalami krisis berat akibat kebijakan politik luar negeri yang ekspansif dari Presiden Soekarno. Saat itu, Indonesia menghadapi konfrontasi dengan Malaysia. Krisis berat itu mulai terjadi tahun 1964. Krisis ini diperparah oleh tragedi berdarah September 1965.

Bulan Desember 1965, kabinet Bung Karno mengambil kebijakan drastis di bidang moneter, memotong nilai rupiah dari Rp 1.000 menjadi hanya Rp 1. Saat itulah Haji Kalla yang menjadi anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, meminta putranya, Ucu, untuk menentukan pilihan. Pada sebuah dialog yang menentukan perjalanan panjang NV Hadji Kalla ke depan, sang ayah bertanya kepada putra keduanya: “Bagaimana dengan perusahaan keluarga?” Pertanyaan berikutnya, “Apakah ditutup saja?”

Pertanyaan kedua membuat Ucu yang masih bergiat memimpin Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), tersentak. Dia tak sempat berpikir panjang dan Ucu memilih berhenti menjadi aktivis untuk memusatkan dirinya pada pengembangan perusahaan keluarga dan Ucu telah mengambil pilihan yang tepat.

Ayah Ucu memodalinya hanya dengan seorang karyawan tetapi ini tidak membuatnya cemas atau gusar. Ibunya, selain terus berdagang sarung sutera, juga mengelola tiga bus antar kota. Ayah dan ibunya mengedepankan asas agama dan memegang teguh etika berdagang. Perusahaan NV Hadji Kalla juga bergiat di bidang impor-ekspor, jual beli, dan toko. Ny. Athirah mengasuh anak-anaknya penuh kesabaran. Ayahnya patuh menjalankan perintah agama dan sangat menghargai persahabatan, di dalam NV Hadji Kalla Ucu bertindak selaku eksekutif, sedangkan ayahnya menjadi pengawas jalannya perusahaan.

Haji Kalla hanya berada satu jam sehari di kantornya. Usai shalat Dhuhur, dia mengurusi masjid. Haji Kalla sering jalan kaki berkain sarung ke dan dari kantornya di Pasar Sentral, Makassar. Jarak antara rumah lamanya dan kantor, kurang lebih satu kilo meter. Sedangkan rumah barunya berjarak dua kilo meter.

Di samping rumah lamanya berdiri Masjid Raya yang terbesar di Sulsel saat itu. Belasan tahun Haji Kalla menjadi bendahara masjid tersebut. Setelah ayahnya meninggal, Ucu meneruskan jabatan tersebut. Ucu mengenang, setiap selesai shalat Jum’at, teman-temanya singgah ke rumahnya, ibunya selalu menyediakan kue khas Bugis, barongko, dan jus es markisa. Barongko adalah pisang gepok yang dihaluskan, dicampur telur, santan dan gula lantas dibungkus dengan daun pisang dan dikukus.

Masjid Raya lama dibongkar, lantas dibangun Masjid Raya Al Markaz Al Islami yang megah dan berkarakter. Dua Jusuf, yaitu Jenderal (Purn) M. Jusuf bertindak selaku pelindung, sedangkan Jusuf Kalla, ketua panitia pelaksana pembangunan. Masjid Raya antara lain menyiapkan kader-kader ulama dan penghafalan Al Qur’an, sedangkan Yayasan Al Markaz melakukan kegiatan yang lebih umum, seperti sekolah, pusat pengkajian dan diskusi cendekiawan muslim dan kegiatan budaya. Pengurusan sehari-harinya diserahkan kepada kalangan cendekiawan kampus.

Jusuf Kalla memulai karir politiknya sebagai anggota DPRD Sulawesi Selatan pada tahun 1965-1968, pada saat itu juga Jusuf Kalla merupakan ketua Pemuda Golkar Sulawesi Selatan. Kemudian beliau menjadi anggota MPR-RI sebanyak empat kali sebagai utusan daerah dari Golkar. Jusuf Kalla juga pernah menjadi anggota dewan penasehat DPD Golkar Sulawesi Selatan sejak tahun 1978-1999, dan menjadi anggota dewan DPP Golkar sejak tahun 1999-2005. Sejak tahun 2005-2009 beliau menjadi Ketua Partai Golkar, di pemerintahan beliau pernah duduk di beberapa jabatan menteri, diantaranya Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia tahun 1999-2000 dan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rayat Republik Indonesia tahun 2001-2004, serta menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia tahun 2004-2009.

Demikian sedikit rangkuman tulisan mengenai mantan Wakil Presiden Indonesia ini, semoga dengan rangkuman ini kita dapat mengingat karya-karya yang telah beliau berikan kepada negeri ini.

Dikelola dari berbagai sumber


Salam Hangat Putra Sawerigading

5 Komentar:

moenas mengatakan...

wiiiihhh pertamaxxxxxx

bografi tentang jusuf kala!!!!mending tentang blog saya ja browww yang acak kadut ahahahha,,,
(becanda browww) sukses terus

Awaluddin Jamal mengatakan...

@Moenas
ha haha...,

siapa bilang blognya acak kadut...,
blognya keren dibilang acak kadut..,
klo blognya acak kadut, blog saya apa namanya yah??? he he

Edic - Newton's Apple mengatakan...

Nice post...... Try for more information over here..........


Dragon Fly Ads.

AriE Only mengatakan...

terima kasih bapak Jusuf kalla....jasamu akan slalu dikenang hingga akhir hayat..

webpages mengatakan...

Tokoh favorite ane selain Habibie adalah Jusuf Kalla,memang tokoh yang satu ini diikenal dengan watak yang cepat mengambil keputusan & tegas,sedangkan pola pemikiran'a tidak perlu diragunakan lagi

Poskan Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda jika berkenan, apapun komentar anda pahit, asam, asin, pedas apalagi kalau yang manis akan saya terima dengan lapang dada.

KALAU MENINGGALKAN KOMENTAR, HENDAKNYA MENINGGALKAN JEJAK ANDA

Jejaknya bisa URL web atau blog, ataukah alamat e-mailnya, sehingga jika ada pertanyaan bisa dibalas ke tempat yang jelas.