Recent Posts

Kamis, 07 Oktober 2010

JENDERAL KARBITAN

Jenderal Karbitan


Bismillahirrahmanirrahim

Mungkin kalau pisang karbitan kita semua sudah pernah dengar, tapi kalau istilah Jenderal Karbitan ? Itu sekarang yang terjadi di sebuah negara yang jauh disana, beribu-ribu kilometer dari negeri kita tercinta.

Kemarin saya dapat kabar dari seorang sanak keluarga saya yang tinggal di negeri itu, katanya Presiden di negaranya lagi kacau, soalnya beberapa hari yang lalu Presidennya membuat sebuah keputusan yang sangat mengejutkan. Presiden mengusulkan kepada Tau Kalasi -kalau di negeri kita namanya DPR- seorang Jenderal yang baru diangkat jadi Papan 3 (pagi hari waktu itu dia masih Papan 2) menjadi kepala Pappulung Doi -di negara kita kepala Kepolisian- yang notabene sudah papan 4.

Jadi yang membuat sanak keluarga saya berpikir itu, "wah hebat benar ini orang, pagi masih 2, siangnya sudah 3, pas malam hari sudah diusul jadi 4". Mungkin ini orang suka isap rokok Dji Sam Soe, jadi pangkatnya juga naik kayak Dji Sam Soe 234 !!! He he.


Sampai-sampai sanak keluarga saya bilang, betul-betul ini Presiden suka sekali meng-karbit, mungkin sudah tidak ada pisang yang mau dikarbit, jadi Pappulung Doi juga dia karbit. 

Masih menurut sanak keluarga saya, sebenarnya memang dari sekian banyak calon Kepala Pappulung Doi, Jenderal Karbitan inilah yang paling bersih -katanya- dibanding nama-nama lain yang berhembus, tapi cukupkah alasan itu saja yang melandasi. Padahal kata sanak keluarga saya ini, kita kan sudah tahu bagaimana kinerja dari Pappulung Doi ini tidak ada yang betul-betul bersih, dia kemudian menanyakan bagaimana kinerja Pappulung Doi di negara kita ini ? saya bilang saya tidak bisa menjawab, coba tanya Gus Dur, tapi berhubung Gus Dur sudah Almarhum coba liat disini : klik !!

Mudah-mudahan kasus yang terjadi di negara sanak keluarga saya itu, tidak terjadi di negeri kita tercinta ini, saya percaya bahwa negeri kita ini masih punya yang namanya etika pencalonan, tidak asal angkat seperti di negara tempat sanak keluarga saya berdomisili, yang mengasilkan karbitan-karbitan yang tidak betul-betul matang. Pisang saja yang hanya buah akan berbeda RASANYA antara Pisang yang betul-betul matang dengan sendirinya dibanding dengan yang matang -dipaksa matang- dengan karbit, apalagi untuk seseorang yang akan menduduki jabatan strategis, bagaimana kah ???

Salam Hangat Putra Sawerigading

6 Komentar:

Muhni mengatakan...

Halus Sekali...

Kaluku Lolo
clabinmuhni.blogspot.com

Kopi Susu Pahit mengatakan...

apa sih yang tidak bisa ...
semua bisa dikarbit ...
hanya di negara ini ...

belajar bisnis internet mengatakan...

waduh kok ada istilah karbitan gitu seh, sesuatu bisa mungkin terjadi kok..semoga memang pantas untuk diangkat ke papan-papan berikutnya,he..

Awaluddin Jamal mengatakan...

@ Muhni.., apa yang halus dinda.. ha ha

@ Pak Liek.., setubuh eh setuju !!!

@ BBI.., jadi balok aja kali.. he he

sulfikar mengatakan...

setahu saya yang pake karbit itu baraccung kaleng! hehehe.... tulisan yang menarik sampu

Awaluddin Jamal mengatakan...

@ Sulfikar.., he he.. jadi ingat kalau bulan puasa main baraccung kaleng.. habis itu air liur.. ho ho.. :D

Poskan Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda jika berkenan, apapun komentar anda pahit, asam, asin, pedas apalagi kalau yang manis akan saya terima dengan lapang dada.

KALAU MENINGGALKAN KOMENTAR, HENDAKNYA MENINGGALKAN JEJAK ANDA

Jejaknya bisa URL web atau blog, ataukah alamat e-mailnya, sehingga jika ada pertanyaan bisa dibalas ke tempat yang jelas.