Recent Posts

Kamis, 28 Oktober 2010

MATI MUDA, ADA YANG MINAT ?

bagaimana idealisme ku
sumber gambar


Bismillahirrahmanirrahim

Mungkin jika melihat judul postingan anda akan mengira kalau apa yang saya tuliskan ini berhubungan dengan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada hari ini 28 Oktober 2010, namun apa yang akan saya tuliskan ini tidak berhubungan sama sekali dengan hal tersebut -sumpah pemuda- kecuali, sama-sama mengandung kata "Muda".

"nasib terbaik adalah tidak pernah dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda dan yang tersial adalah umur tua"


Anda mungkin sudah pernah mendengar atau membaca kata-kata tersebut, sebuah kalimat yang di kutip oleh Soe Hok Gie dari seorang filsuf Yunani, sebuah kata-kata yang kerap di ucapkan Gie kepada teman-temanya (menurut yang pernah saya baca).

Seandainya Gie masih hidup, rasanya sangat wajar kalau banyak orang yang bertanya kepadanya apa sebenarnya maksud dirinya menuliskan kata-kata itu, apakah itu sebuah cita-cita dirinya -"kalau iya"- berarti ia berhasil mewujudkannya -mati muda-, yah seperti yang kita tahu bahwa memang Soe Hok Gie meninggal dunia di usia yang masih tergolong Muda, tepat sehari sebelum hari jadinya yang ke 27.

Saya sendiri tidak mampu untuk menyelami apa maksud dari Soe Hok Gie mengutip hal ini, tapi kalau saya yang berada di posisi tersebut dan mengatakan hal yang demikian, maka kemungkinan landasan pemikiran tersebut seperti ini bahwa seandainya seseorang tidak pernah dilahirkan di dunia, maka ia tidak akan pernah melakukan tindakan yang membuat "nilainya" berkurang di mata Tuhan berkurang. Itu kalau dia -seseorang- tidak pernah dilahirkan, dan untuk yang selanjutnya saya rasa tidak perlu menjelaskan sebab dari penjelasan satu ini sudah bisa mewakili seluruh rangkaian kalimat tersebut.

Hanya saja, saya sendiri tidak berada pada posisi yang setuju sepenuhnya dengan "rangkaian kalimat" tersebut, orang bisa saja beralasan seperti yang saya tuliskan di atas, tapi ! apakah itu -tidak pernah dilahirkan atau mati muda- nasib yang paling beruntung ? rasanya sulit untuk meng-iya-kan nya, alasan yang paling sederhana ialah Tuhan menciptakan kita di dunia ini untuk beribadah kepada Nya, bagi umat Islam sendiri, Allah SWT telah berfirman di dalam Adz Dzariat ayat 56,

"dan tidaklah Ku ciptakan Jin dan Manusia
kecuali untuk beribadah kepada Ku"


Saya sendiri yang kebetulan di lahirkan di dunia sebagai seorang Muslim, sudah seharusnya percaya bahwa Tuhan menciptakan saya di dunia untuk beribadah kepada Nya, jadi tidak ada alasan bagi saya untuk mengatakan bahwa "lahir dan hidup tua" di dunia adalah nasib tersial, justru itu menjadi "ladang" bagi saya untuk menepati janji saya kepada Nya, menjadi "ladang" bagi saya untuk mengumpulkan bekal untuk kehidupan yang lebih kekal dari dunia ini.

Kalau saya tidak pernah dilahirkan, terus dimana "ladang" saya untuk beribadah kepada Nya, dimana "ladang" saya untuk mengumpulkan bekal untuk akhirat saya, kalaupun saya dilahirkan dan kemudian mati muda, pasti saya masih akan bertanya apakah bekal yang saya bawa sudah cukup ?!

Jadi kalau menurut saya, sekali lagi "menurut saya", dilahirkan dan hidup tua merupakan kesempatan yang diberikan Tuhan bagi kita untuk mempersiapkan bekal yang cukup untuk menghadap kepada Nya, jadi manfaatkanlah setiap detik waktu yang diberikan Tuhan, sebelum Tuhan mengambil apa yang telah menjadi milik Nya.

Saya sendiri belum berminat untuk Mati Muda ? dari segi agama saya masih jauh dari kata cukup dalam persiapan bekal, selain itu saya masih ingin "menikmati" dunia ini sambil berusaha untuk berkontribusi bagi negara ini. Bagaimana dengan teman-teman ada yang berminat untuk mati muda ?

Salam Hangat Putra Sawerigading

6 Komentar:

Muhni mengatakan...

Pertamax yah.. saya juga belum siap... namun tuntutan harus siap setiap saat...
dan untuk masalah mati muda atau tua ada baiknya kita kembali ke kitab suci, bahwa ada juga yang namanya mati penasaran. Apa yang kita lakukan dan anggap benar akan sulit untuk dibedakan dengan yang tidak diharapkan sama Dia. Makanya, kita seharusnya berada dalam standar-standar kebenaran yang sudah ditetapkan.

mati muda, its fine, mati tua, its better...

semendo mengatakan...

blom mau mati muda, coz... belum banyak amal & masih ngerasa banyak dosa :)

Young Moslem Enterpreneur mengatakan...

semuanya tergantung dengan jatah kita di dunia... kalo emang sudah saatnya... y sudah, gk bs ditawar2 lagi...

renra mengatakan...

makasih yach....kebetulan saya lagi mencari2 info seperti yang anda tulis di posting blog anda...salam kenal aja yach

Hantu Facebook mengatakan...

Salam Kenal,,,Blogger Bulukumba coba mencari teman Baru disini,,skalian ingin berbagi link jika bersedia,,,linknya aQ pasang di wilayah footer Hantu Facebook

DEALER PULSA MURAH mengatakan...

thanks bos
http://endriagus.blogspot.com/

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda jika berkenan, apapun komentar anda pahit, asam, asin, pedas apalagi kalau yang manis akan saya terima dengan lapang dada.

KALAU MENINGGALKAN KOMENTAR, HENDAKNYA MENINGGALKAN JEJAK ANDA

Jejaknya bisa URL web atau blog, ataukah alamat e-mailnya, sehingga jika ada pertanyaan bisa dibalas ke tempat yang jelas.