Recent Posts

Jumat, 28 Oktober 2011

PLEASE, PLEASE, PLEASE, LET ME GET WHAT I WANT


sumber gambar : avatarisian.blogspot.com


Good times for a change
See, the luck I've had
Can make a good man
Turn bad

(lirik lagu The Smiths - Please, Please, Please, Let Me Get What I Want)

So please please please
Let me, let me, let me
Let me get what I want
This time




Haven't had a dream in a long time
See, the life I've had
Can make a good man bad

(lirik lagu The Smiths - Please, Please, Please, Let Me Get What I Want)

So for once in my life
Let me get what I want
Lord knows, it would be the first time
Lord knows, it would be the first time


Jangan tanya saya, siapa The Smiths ?
karena saya cuma akan menjawab tidak tahu.

Jangan tanya saya, lagu ini maksudnya apa ?
karena saya juga akan menjawab tidak tahu.

Satu yang saya tahu,
kalau saya suka dengan lagu ini dan itu tidak butuh alasan, bukan ? !

Salam Hangat Putra Sawerigading

Sabtu, 22 Oktober 2011

86


sumber gambar : hot.detik.com

Bukan sombong, hanya malas berbasa-basi.

Setelah satu bulan menghabiskan waktu di Cilampuyang, seperti yang pernah saya tuliskan disini, disini dan disini. Akhirnya saat ini saya sudah kembali menempati ranjang mungil nan empuk saya. Tapi, perjuangan belum selesai masih ada beberapa puluh bahkan ratusan halaman yang harus saya buat, untuk mempertanggung-jawabkan perbuatan saya di lapangan. ha ha ha

Jadi sebelum saya benar-benar disibukkan dengan pekerjaan monoton yang diberi nama ketikedit, ada baiknya saya mengurusi sedikit blog ini, yang kayaknya makin hari tante alexa-nya makin gembrot, mungkin karena jarang ikut program blogrun dan blogwalking.

Oke, kita harus segera mengakhiri ketidak-jelasan ini ? tidak biarkan saja yang tidak jelas tetap tidak jelas, tidak ada yang perlu dirubah, biarkan semuanya mengalir, yakinkan saja suatu saat nanti dia akan menemukan jalannya sendiri, berapa lama ? apa yang tidak jelas ? tulisan ini maksudnya ? tidak, khusus paragraf ini saja.

86, biasa mendengar dua angka ini diucapkan, kadang dengan lafal yang lengkap delapan enam, atau biasa juga lapan enam atau bahkan pan enam. Pelafalan 86 merupakan "bahasa" legal yang digunakan dalam radio kepolisian untuk menyampaikan bahwa "informasi sudah diterima".

86, sebuah judul novel yang baru saja saya beli kemarin, setelah sebelumnya lagi-lagi harus mengitari palasari untuk mencarinya, padahal bukan buku lama. Mungkin karena kurang populer atau apalah, jadi tidak begitu banyak yang tahu "keberadaan" novel karya Okky Mandasari ini.

Yang membuat saya senyum-senyum sendiri mengingat perjuangan mencari buku ini adalah ekspresi dan jawaban para penjual ketika saya tanya, ada 86 kang ? mulai dari yang menjawab biasa-biasa saja "86 apa ?" sampai jawaban paling gokil yang membuat saya hampir tidak bisa menahan tawa saya "nggak ada mas, kalau 69 ada" #cerdas

Tidak mengherankan memang, karena sangat jarang judul buku yang hanya terdiri dari angka-angka seperti itu, meskipun ini bisa saja merupakan strategi dari penulisnya sendiri agar membuat orang penasaran dengan buku dan cerita di dalamnya.

86, sederhana tapi berisi banyak, meskipun belum selesai membacanya, tapi saya yakin novel ini akan membuat saya tidak betah berlama-lama membacanya, maksudnya ingin cepat-cepat selesai, lembar per lembarnya bikin penasaran.

86 berisi sebuah kisah tentang manusia dan sifat-sifatnya; ada pengorbanan, kerakusan, cinta, hingga kemunafikan dan ketulusan. Dan, 86 menyuguhkan kita membaca narasi datar koruptif sesuai apa yang tercecer di sekitar kita selama ini, namun kita acap mengabaikan. Dengan kaidah sastranya yang elok, novel ini cukup sudah mewakili laku kotor yang membuat degradasi kebangsaan kita. (di copas dari sini)

86, kalau di jumlahkan hasilnya 14, kalau dikalikan hasilnya 48, kalau dikurangi hasilnya 2 atau -2 dan kalau kita bagi maka hasilnya 1,33 atau 0,75.

Dan, tulisan ini bukan basa basi (baca dengan cara menirukan iklan rokok jaman dulu) kalau anda masih ingat. Pamit mundur, 73 Cerio.

Salam Hangat Putra Sawerigading

Selasa, 11 Oktober 2011

KECANDUAN CAPPUCINO


sumber gambar : sixdec.wordpress.com


Akhir-akhir ini saya sedang kecanduan Cappucino, rasanya tak lengkap menjalani hari tanpa ada Cappucino ini. Tapi Cappucino yang saya maksud disini bukanlah minuman khas Italia yang terbuat dari espresso dan susu, tulisannya saja sudah beda Cappucino dan Cappuccino, beda kan ? atau sama saja ?

Karena yang saya maksud Cappucino disini adalah nama sebuah band Indonesia, mungkin jarang terdengar namanya, kalau tidak salah band ini sering mengisi soundtrack FTV di salah satu stasiun kereta api TV swasta, dan akhir-akhir ini saya sangat senang dengan sebuah lagu dari band ini yang berjudul bersamamu.

Lagunya menurut saya yang sangat awam tentang musik ini, sangat easy listening #sokenglish, benar tidak yah ? liriknya gampang dicerna alunan musiknya juga menurut saya cukup "tegas". Sehingga, walaupun saya tidak punya pengalaman pribadi yang sama dengan apa yang digambarkan di lagu ini, tapi saya bisa dapat feel-nya, ha ha ha

dua musim telah berlalu
cukup banyak hari yang telah kita lalui
tak ada sedikitpun jua
mampu mengusik rasa bosanku

(lirik lagu Cappucino - Bersamamu)

saat kita tertawa berdua
juga di kala kita menangis bersama
menjadi kenangan terindah yang
tak akan mungkin dapat ku lupakan



tak bisa aku ingkari arti hadirmu di sini
selalu menemani walau aku jatuh

(lirik lagu Cappucino - Bersamamu)

hadapi segala rintangan apapun aku mampu
jika bersamamu


Bagaimana lagunya ? Lumayankan ? Menjadi hak anda untuk memberikan penilaian, tapi bagi saya, lagu-lagu seperti ini justru menjadi alternatif di tengah kepungan band-band metal -melayu total- yang merajalela saat ini.

Saya tidak mengatakan bahwa musik melayu jelek, toh saya juga senang dengan beberapa lagu Wali dan Kangen Band. Tapi kita tentunya butuh sedikit variasi bukan ? biar tidak membosankan saja, ibaratnya makan, kalau makannya Tempe terus lama-lama pasti akan eneg juga.

Jadi, mungkin saja lagu ini masih akan mengisi playlist pemutar musik di Leppi saya sampai beberapa hari, minggu atau bulan ke depan. Sampai saya bosan mendengarnya dan mencari lagu lain untuk kembali menjadi Soundtrack film kehidupan saya.

Jadi, adakah lagu yang menjadi kesenanganmu saat ini ???

Salam Hangat Putra Sawerigading

Sabtu, 08 Oktober 2011

GARA-GARA MARS PKK

PKK desa Cilampuyang
masih memperhatikan saya dengan seksama

Sunyi, Sepi Sendiri Eh.. Tidak Ding, Ada Bro Chipta !!! ha ha ha

Tidak terasa, sekarang sudah memasuki minggu ke 3 kami berada di Desa Cilampuyang ini, kebetulan minggu ke 3 ini bisa dibilang merupakan minggu yang padat merayap, karena mulai minggu ini, kami sudah harus melaksanakan proses intervensi berupa pengembangan organisasi sosial yang ada di desa Cilampuyang.

Saya sendiri, bersama dengan Bro Chipta mendapatkan fokus organisasi PKK, Organisasi yang identik dengan Ibu-Ibu dan Nona-Nona tua. Bukan ingin saya sebenarnya untuk fokus pada organisasi ini, tapi karena mempertimbangkan prinsip keadilan sosial bagi seluruh anggota kelompok, maka teknik pemilihannya dilakukan dengan menggunakan acak-acakan alias sistem lot. "Siapa beruntung dia dapat" !!!

Sebelum acara lot-lot an terjadi, saya pernah mengusulkan kepada Bro Chipta agar organisasi PKK itu kalau bisa diberikan kepada neng-neng saja, dengan pertimbangan akan "sangat berbahaya" jika nantinya yang berfokus pada organisasi PKK itu laki-laki semua, tapi berhubung bapak koordinator masih berpegang teguh pada prinsip kelompok number hiji #Keadilan Sosial, jadilah ide itu tidak ditanggapi.

Entah ketika saya mengucapkan itu, Malaikat atau Setan yang lewat, tapi besoknya ketika saat pengundian tiba, saya dan Bro Chipta dengan suksesnya mendapatkan organisasi tersebut. Saya tidak tahu menyebut ini sebagai sebuah keberuntungan atau kecelakaan.

Tapi masih tetap dengan prinsip keadilan sosial tadi, saya dan Bro Chipta pun berusaha dengan lapang dada menerima hal tersebut, dengan segerapun kami mencoba untuk melakukan persiapan dalam rangka melakukan asesmen terhadap organisasi PKK di Desa Cilampuyang ini dengan menggunakan sebuah teknologi dalam pengembangan organisasi yang disebut dengan PEKA (Pengembangan Kapasitas).

Saya mencoba untuk mencoba menggali-gali kreatifitas saya yang sudah lama terpendam dan terkubur di dalam otak saya, dan sampai cangkul yang saya pakai menggali patah pun saya belum bisa menemukannya. Biasanya kalau kehabisan ide seperti ini, saya biasanya masuk WC atau berselancar di dunia maya, tapi entah kenapa waktu itu saya memencet sebuah nomor di Hp saya, dan setelah berbicara dengan seseorang, My Beloved... Mom... saya akhirnya mendapatkan ide bagus.

Segera setelah itu, saya langsung meluncur ke dunia maya, mencoba mencari-cari sesuatu yang mendukung ide saya ini, dan alhamdulillah yah, saya masih diberi kemudahan. Saya akhirnya mendapatkan ide yang sepertinya cukup konyol tapi saya yakin, bisa menjadi cara yang unik untuk menanamkan kepercayaan dari anggota PKK kepada saya dan Bro Chipta.

Dan.. hal itu adalah MARS PKK

Jadilah waktu malam sebelum pertemuan, saya habiskan beberapa waktu saya untuk menghafalkan lagu Mars PKK ini, hal ini saya lakukan karena saya cukup yakin, bahwa pasti ada di antara anggota PKK yang akan menghadiri pertemuan yang tidak hafal dengan lagu Mars PKK ini, dan akan menjadi hal yang luar biasa jika saya, yang notabene bukan anggota PKK sekaligus bukan ibu-ibu, bisa menghafalkan lagu ini, bukan begitu ???

Jadilah di pertemuan ke-esokan harinya, dengan suara saya yang serak-serak becek ini ditambah suara vokal ibu-ibu PKK yang mer(e)du(p) itu, dengan sukses membahanakan lagu PKK di balai desa Cilampuyang, yang menjadi "sesuatu bangetnya" pertemuan ini menjadi hidup karena Mars PKK ini,

Marilah hai semua Rakyat Indonesia membangun segra.
Membangun kluarga yang sejahtera dengan P K K.
Hayatilah dan amalkan Pancasila untuk Negara.
Hidup gotong royong, makmur pangan dan sandang rumah sehat sentosa.

Tata laksana di dalam rumah tangga rapi dan indah.
Didiklah putra berpribadi bangsa trampil dan sehat.
Kembangkan koprasi jagalah lingkungan dan sekitarnya.
Aman dan bahagia kluarga berencana
Hidup jaya P K K.


So, terima kasih untuk inspirasinya My Beloved Mom dan juga bagi pencipta lagu Mars PKK yang secara tidak langsung telah membantu kelancaran saya dalam kegiatan ini.

Dari rangkaian kejadian-kejadian ini, saya menjadi bertambah yakin bahwa Allah akan selalu memberikan pertolongan bagi hamba-hambanya utamanya bagi hambanya yang masih mau berusaha, saya juga selalu percaya bahwa Allah selalu punya cara yang "unik" untuk membantu hambanya.

Salam Hangat Putra Sawerigading

Follow Me On Twitter

Minggu, 02 Oktober 2011

CATATAN CILAMPUYANG (2)

praktikum 2 desa Cilampuyang, STKS Bandung
berfoto dengan masyarakat di balai desa

Pagi Dingin !!!

Sudah 11 hari ini hidup serumah dengan para mahluk “aneh bin ajaib” dan unik-unik ini, berusaha untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan-kebiasaan mereka dan begitupun sebaliknya, sambil memotivasi diri dengan kalimat “bukankah setiap individu adalah unik ?”.

Sudah ada beberapa hal yang bisa saya pahami dari mereka, walaupun
-mungkin- mereka belum bisa melakukan hal yang sebaliknya, karena memang saya adalah orang yang -mungkin- agak sulit untuk dimengerti, Ha ha ha. Mungkin lain waktu saya bisa menuliskan hasil penelitian saya terhadap kebiasaan teman-teman praktikum saya ini. #mungkin :D

Tulisan ini masih lanjutan dari cerita saya sebelumnya tentang keberadaan saya di Cilampuyang (baca disini), hanya saja kali ini saya mau mencoba untuk menceritakan pengalaman saya bersama dengan teman kelompok saya, hidup dalam satu rumah selama 11 hari terakhir ini, dan insya allah masih akan terus berlanjut paling tidak sampai 20 hari kedepan lagi.

Hidup dengan orang-orang dengan karakter yang berbeda dengan kita tentu bukanlah hal yang mudah bukan ? pasti akan banyak intrik-intrik yang muncul di dalamnya, dan ini bukanlah sesuatu yang direkayasa, karena ini bukanlah sebuah “reality show”, ini sebuah reality life, ha ha ha.

Tidak ada yang perlu ditutup-tutupi, tidak ada yang perlu disandiwarakan, hanya sekedar untuk mendapatkan simpati dari orang lain, semuanya berjalan secara alami dan apa adanya.

Kami bukanlah aktor, yang di suatu waktu bisa menjadi musuh yang haus akan darah orang lain #lebay, yang kemudian di waktu yang lain menjadi teman yang saling mendukung dan menyemangati. Tapi bukan berarti hal ini tidak terjadi di kelompok kami, namun sekali lagi semuanya tidak mengikuti skenario melainkan mengalir secara alami.

Meskipun tidak bisa dikatakan juga bahwa apa yang mereka -dan saya- lakukan bukan sebuah “kepura-puraan”, bukankah ada lagu yang menyatakan bahwa dunia ini adalah “panggung sandiwara” dimana setiap orang, memainkan peranannya masing-masing sesuai dengan apa yang telah digariskan, atau bisa juga teman-teman saya ini masih bersembunyi di balik topeng kepalsuan sambil menunggu saat yang tepat untuk menyibakkan topeng itu, seperti saya saat ini, yang masih kalem dan adem ayem, tidak seperti di kehidupan “biasa” saya.

Saya sendiri sangat menikmati kebersamaan -sekaligus kepura-puraan- ini, karena dengan kebersamaan ini saya bisa mencoba-coba, mencoba untuk bisa menyelaraskan dan menyesuaikan diri dengan alur-alur pemikiran dari teman-teman yang lain, mencoba untuk mengerti -memaksakan mengerti- akan apa yang orang lain kerjakan, mencoba berlapang dada jika ada sesuatu hal yang justru menyesakkan dada, dan mencoba berbagai hal-hal baru yang terkadang tidak saya lakukan dalam kehidupan “biasa” saya.

Hasilnya ? paling tidak sampai hari ini, saya sendiri masih berada dalam posisi aman, maksudnya sampai hari ini belum ada konflik dengan anggota yang lain, dan mudah-mudahan ini bisa berlanjut sampai hari ke-30 nanti, Amin.

Meskipun demikian, seperti yang saya katakan di atas, bahwa sudah terjadi berbagai intrik dalam kelompok ini, yang tidak bisa dipungkiri sudah menimbulkan sedikit keretakan, yang meskipun tidak begitu besar tapi sudah membuat semuanya tidak seperti dulu lagi. Mengutip perkataan teman saya Alghifari Smith, "sesuatu yang sudah retak itu -apapun itu- tidak akan pernah utuh kembali". Begitulah kira-kira apa yang terjadi sekarang di kelompok kami, meskipun hal ini tidak -belum- melibatkan saya.

Hanya saja, dengan adanya keretakan seperti ini justru menurut saya memberikan nilai positif juga, yang paling saya rasakan dampak positifnya, sejak kejadian yang saya bilang intrik itu terjadi, kami mulai bisa saling menghormati, misalnya dengan menjaga sikap antara satu dengan yang lain ataupun menjaga perkataan yang akan diucapkan sehingga tidak menyebabkan ketersinggungan pada diri teman yang lain.

Jadi, tidak salah memang kalau ada yang mengatakan bahwa segala sesuatu selalu ada hikmah di baliknya.

So, saya berharap mudah-mudahan kedepannya, saya masih berada di jalur yang “benar” ini, dan Insya Allah tidak akan ikut terlibat dalam masalah yang berlarut-larut dengan anggota kelompok yang lain.

Salam Hangat Putra Sawerigading