Recent Posts

Selasa, 14 Mei 2013

POLITIK SEBELUM SAMA DENGAN

Politik Makassar
sumber gambar : cahyadi-takariawan.web.id 

Malam Makassar !

Seperti biasa, siang tadi saya kembali bertandang ke Kantor KPU Makassar. Belakangan, sudah menjadi salah satu rutinitas saya untuk 'bertamu' ke kantor ini. Mengingat, dalam waktu dekat, warga Makassar akan menggelar pesta demokrasi, guna memilih pemimpin mereka selama 5 tahun kedepan.

Sehingga, sudah menjadi kewajiban saya untuk 'mengawal' jalannya proses ini, guna memberikan pendidikan politik, katanya.

Selain melakukan konfirmasi terkait penugasan dari kantor, saya cukup senang berlama-lama di kantor ini. Tentu, bukan karena beberapa pegawainya lumayan menarik, tapi saya selalu senang jika bisa berdiskusi mengenai sejumlah aturan terkait ke-Pemilu-an dengan beberapa komisioner KPU.

Memang, sejak banyak bergaul dengan KPU di Pilgub Sulsel kemarin. Entah kenapa, saya jadi 'ketagihan' untuk tahu dan tahu, berbagai hal tentang seluk beluk penyelenggaraan pesta demokrasi ini.

Siang tadi, ketika sedang asyik bercerita tentang beberapa hal terkait Pilwalkot dalam sebuah perbincangan di salah satu sudut kantor ini. Salah seorang komisioner KPU Makassar, tiba-tiba mengeluarkan sebuah pernyataan menarik, yang kemudian membuat saya pangling sejenak.

Mungkin pernyataan ini bukan celetukan aslinya, tetapi saya sendiri baru mendengar dari mulut sang komisioner.

"Kalau ilmu pasti,
sebelum sama dengan (=) 
kita sudah bisa tahu hasilnya. 
Tapi kalau politik, 
sebelum sama dengan (=) 
kita tidak bisa tahu hasilnya"

Beliau, yang setahu saya, merupakan salah satu dosen PTS di Makassar, bukan tanpa sebab mengatakan ini. Apalagi, selama menjabat sebagai komisioner, beliau tentu sudah sering berhubungan dengan para politikus, dan tahu bagaimana watak para politikus, khususnya di daerah ini.

Saya sendiri, sebenarnya sudah lama berpikiran seperti ini. Setelah beberapa bulan terakhir, selalu dan selalu, berhubungan dengan politisi lokal. Politik itu sulit ditebak, hari ini jadi kawan, besok jadi lawan. Hari ini jadi lawan, besok jadi kawan. 

Tidak ada yang pasti dalam politik, hal yang hampir pasti pun dalam waktu beberapa detik saja, bisa berubah. Meski begitu, saya termasuk orang yang menyenangai dunia ini. Walaupun, saya belum pernah berpikir untuk turut langsung dan menjadi aktor politik, paling tidak untuk saat ini. 

Dinamika dunia ini begitu cepat berubah, selalu muncul kejutan, kejutan yang sulit di-prediksi sebelumnya, bukan berarti tidak mungkin. Apa yang paling menyenangkan dari dunia ini adalah jika bisa memprediksi apa yang akan terjadi, sebelum sama dengan (=) itu. Pengakuan !

Salam Hangat Putra Sawerigading

1 Komentar:

Hadi mengatakan...

Bener mas sebelum sama dengan, pilkada di Palembang yang dimenangi KPU salah satu calon, tapi di MK malah satunya yang menang karena hitung ulang beberapa TPS,

"Tapi kalau politik,
sebelum sama dengan (=)
kita tidak bisa tahu hasilnya"

Poskan Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda jika berkenan, apapun komentar anda pahit, asam, asin, pedas apalagi kalau yang manis akan saya terima dengan lapang dada.

KALAU MENINGGALKAN KOMENTAR, HENDAKNYA MENINGGALKAN JEJAK ANDA

Jejaknya bisa URL web atau blog, ataukah alamat e-mailnya, sehingga jika ada pertanyaan bisa dibalas ke tempat yang jelas.