Recent Posts

Rabu, 23 Februari 2011

DOSEN PEKERJA SOSIAL



Bismillahirrahmanirrahim

Selamat tinggal Olimpiade, mungkin itu kata yang harus kita ucapkan setelah menyaksikan pertandingan Indonesia Versus Turkmenistan di Pra Olimpiade 2012. Mungkin anda masih bisa menghibur diri dengan mengatakan "kan masih ada laga tandang" tapi kita harus realistis Boy, di kandang sendiri saja kita tidak bisa menang apalagi di kandang lawan, iya kan ?

Sudahlah saya tidak mau lagi membahas tentang sepakbola, apalagi sepakbola Indonesia yang semakin carut marut ini, pada postingan kali ini saya cuma mau sedikit bercerita tentang apa yang saya tulis di judul postingan ini "Dosen Pekerja Sosial", ini sebuah julukan yang diberikan oleh dosen saya kepada dirinya sendiri, tapi ini tidak berlaku untuk dia saja melainkan bagi siapa saja yang kira-kira memiliki kriteria "Dosen Pekerja Sosial" ini.

Di kampus pasti anda memiliki seorang dosen yang disenangi ataupun yang tidak disukai, saya sendiri punya banyak, tapi tidak akan saya sebutkan, bisa berbahaya dan berakibat fatal pada nilai saya tentunya ha ha ha. Semester ini sendiri saya kebetulan di ajar oleh seorang dosen yang memang menjadi idola bagi kebanyakan mahasiswa di STKS Bandung, inisialnya TK. Dosen ini kalau menurut saya dan banyak teman lain selain baik juga memiliki cara mengajar yang bagus, sehingga apa yang dijelaskan olehnya itu mudah untuk dipahami.

Dosen ini juga yang kemudian memunculkan istilah "Dosen Pekerja Sosial" ini, saya ingat betul waktu itu adalah hari pertama kami bertatap muka di kelas, seperti biasanya pertemuan pertama perkuliahan lebih banyak membahas mengenai silabus, rencana perkuliahan selama 1 semester kedepan.

Di tengah-tengah penjelasan beliau, tiba-tiba masuklah seorang teman yang waktu itu kebetulan terlambat masuk ke kelas. Beliau kemudian mempersilahkan teman itu masuk sambil berkata kurang lebih seperti ini : "sekarang saya sedang menggunakan jiwa Pekerja Sosial saya", selanjutnya dia berkata : "inilah yang membedakan dosen biasa dengan dosen pekerja sosial". Akhirnya jadilah pertemuan kali itu menemukan topik pembicaraan baru, Apa itu "Dosen Pekerja Sosial" ?

Secara sederhana Dosen Pekerja Sosial disini adalah dosen yang juga bekerja sebagai seorang pekerja sosial, itu secara sederhana. Lebih dari itu adalah bagaimana seorang dosen yang juga pekerja sosial itu mampu "mengamalkan" nilai-nilai yang ada di dalam profesi pekerjaan sosial ke dalam pekerjaannya sebagai seorang dosen, akan tetapi tidak semua nilai, melainkan nilai tertentu yang memang sesuai untuk diterapkan.

Salah satu yang paling penting untuk diterapkan menurut beliau adalah sikap on-Judgemental Attitude alias tidak menghakimi, sikap ini maksudnya adalah seorang dosen tidak bisa seenaknya untuk menentukan si A atau si B ini salah, sebelum dia menanyakan alasan kenapa hal itu bisa terjadi. Ini yang sering dilupakan oleh kebanyakan dosen, mereka selalu berpegang teguh pada prinsip Dosen tidak pernah salah, Dosen kuasa dan berbagai sikap otoriter lainnya. :D

Anehnya lagi, sikap seperti ini oleh sebagian Dosen di kampus saya justru dirasa baik dan biasa-biasa saja, padahal dengan sikap seperti ini justru membuat suasana transfer ilmu berjalan dengan kaku, akibatnya banyak dari mahasiswa yang tidak mampu menangkap apa yang disampaikan, karena sudah lebih dulu takut dengan track record dosen yang bersangkutan. termasuk saya. Padahal kan seharusnya kebiasaan-kebiasaan seperti ini bisa dikikis sedikit demi sedikit, mengingat kebiasaan ini sangat tidak membangun.

Berbagai alasan pun terkadang di kemukakan, misalnya saja kebiasaan seperti ini dipertahankan untuk menjaga martabat dosen di hadapan mahasiswanya. Benarkah ? rasanya tidak juga, kalau sekedar untuk ditakuti mungkin iya, tapi tahukah dosen itu kalau sebenarnya dengan sikapnya yang seperti itu malah akan menimbulkan cerita di belakang, lebih sakit kan ?

Oleh karena itu, dosen-dosen ku yang terhormat mungkin saat ini ada baiknya untuk berubah haluan menjadi : Dosen Pekerja Sosial.

Salam Hangat Putra Sawerigading

Sabtu, 19 Februari 2011

LALUI DENGAN SENYUMAN


sumber gambar : duniakaisar.blogspot.com

Bismillahirrahmanirrahim

Terkadang semua tak seperti
Cerita lucu di dalam komedi
Yang menggambarkan hidup
Tertawa lepas tak berhenti

(lirik lagu Self - lalui dengan senyuman)

Mungkin saja semua tak seindah
Kisah cinta romantis dongeng putri mimpi
Yang selalu berakhir bahagia
Senyum di dalam hatinya

Tidak ada orang di dunia ini yang hidupnya penuh kesenangan terus menerus, tidak satupun. Saya sangat meyakini hal ini, setuju kan ? banyak sekali episode dalam kehidupan kita ini yang sangat jauh dari harapan kita. Terkadang semuanya malah di luar prediksi yang kita buat -prediksi terjelek- sekalipun, tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa toh kita bukan penulisnya, kita hanya pemain yang mengikuti cerita sesuai yang dibuat oleh sang Penulis kehidupan. Siapa Itu ?

Tidak ada salahnya saat ini kita belajar dari para artis sinetron, tiap hari mereka memainkan perannya dan saya rasa mereka tidak pernah protes disuruh beradegan ini dan itu, semuanya nurut dengan apa yang diminta oleh sutradaranya, yah walaupun pasti mereka juga sering bosan -saya yakin ini- dengan cerita sinetron yang terlalu berbelit-belit ini.

Biar hidup terkadang menyesatkan
Laluilah semua dengan senyuman
Biarkanlah itu mengalir apa adanya

(lirik lagu Self - lalui dengan senyuman)

Biar hidup terkadang membosankan
Laluilah semua dengan senyuman
Biarkanlah itu mengalir apa adanya

Jadi walaupun kehidupan yang kita rasakan ini begitu sulit dan juga membosankan, jalani saja, karena suatu saat nanti anda akan menyadari betapa berharganya kehidupan yang membosankan ini ketika sang Sutradara sudah ingin mengakhiri kisah hidup kita. Andai saja saat itu tiba, saya yakin anda pasti akan meminta Sang sutradara untuk tidak mengakhiri kisah hidup anda, anda akan memelas-melas di hadapannya kan ? sayang si Sutradara tidak bisa di ajak bernegosiasi.

Jadi mumpung sekarang masih hidup, masih hidup kan? jalani saja hidup ini apa adanya, datang kesenangan tersenyumlah, datang kesulitan tersenyumlah, karena semua itu sudah di atur oleh sang sutradara, tidak perlu menyesalinya karena penyesalan tidak ada gunanya, tidak akan mengubah apapun.

Mencoba untuk menghadapi
Pilihan yang terkadang membingungkan
Memaksa untuk memutuskan
Apakah itu benar

(lirik lagu Self - lalui dengan senyuman)

Teruskanlah semua mimpi
Mencoba mencari cara menggapai
Biar menjadi inspirasi
Tuk jalani hidup ini

Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.

Salam Hangat Putra Sawerigading

Senin, 14 Februari 2011

VALENTINE & MAULID NABI = TIDAK BOLEH ?


sumber gambar : tadzimussunnah.wordpress.com


Bismillahirrahmanirrahim

Pagi ini buka Facebook, lihat-lihat status terbaru dari teman-teman dunia maya, hampir semua status terbaru bertemakan "Valentine's Day". Ya suka tidak suka, mau tidak mau, tanggal 14 Februari telah lama diidentikkan sebagai hari kasih sayang. Tapi sudah tahu kah anda -terutama yang muslim- bahwa hari Valentine (berdasarkan yang saya baca disini) ini adalah sebuah hari kasih sayang di peringati oleh kaum non-muslim.

Anda mungkin tidak tahu atau pura-pura tidak tahu, saya tidak menyalahkan anda karena itu sendiri menjadi pilihan bagi anda ingin merayakannya atau tidak, saya juga bukan ahli agama yang bisa memberikan dalil-dalil mengenai boleh atau tidaknya merayakan hal ini. Saya hanya mencoba mencari tahu asal muasalnya, dan berpegang teguh pada konsep sesuatu yang lahir dari sesuatu yang haram, maka haram hukumnya.

Disadari atau tidak akhir-akhir ini perang ideologi semakin gencar dilakukan oleh orang-orang di luar Islam dan parahnya lagi kita tidak berusaha untuk melawannya, malah kita sepertinya terlena dalam settingan besar ini. Peran media juga terlihat sangat dominan disini, tengok saja acara-acara televisi menjelang hari Valentine ini hampir semua dihiasi oleh acara bertemakan Valentine Day.

Bagaimana dengan Maulid Nabi, Maulid sendiri berasal dari bahasa arab Maulud yang artinya hari kelahiran, sehingga secara sederhana Maulid Nabi dapat diartikan sebagai perayaan hari kelahiran Nabi. Benarkah ada perayaan semacam ini dalam Islam ? rasanya tidak ada, karena hanya ada dua hari raya yang diperintahkan yaitu Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Sejarah perayaan ulang tahun sendiri itu dimulai di Eropa (sumber disini) dimana kegiatan ini dilakukan karena adanya ketakutan akan datangnya roh jahat saat seseorang berulang tahun. Lalu itukah dasar kita merayakan Maulid Nabi ? Tentu tidak, Maulid Nabi dirayakan pada dasarnya sebagai wujud kecintaan kita kepada Nabi, Benarkah ?

Rasanya kok saya tidak begitu setuju dengan anggapan itu, karena berdasarkan yang saya pernah baca bahwasanya wujud kecintaan kepada nabi dilakukan dengan menjalankan sunnahnya bukan ? bukannya malah menjalankan sesuatu yang bid'ah semacam ini.

Pernah juga suatu waktu saya mendengarkan perkataan seorang Ustadz, bahwasanya perayaan Maulid Nabi untuk dijadikan sebagai sarana untuk mempersatukan umat, melalui kegiatan Syiar yang dilakukan di dalamnya (dalam Maulid Nabi). Benarkah ? coba hitung pertama kalinya dirayakan Maulid Nabi (berdasarkan sumber disini) dilakukan sekitar tahun 977 Masehi, Apakah umat Islam sudah bersatu ? Belum.

Kenapa ? karena dalam perayaan Maulid Nabi kita mencampurkan hal yang Bathil (Perayaan Ulang Tahun) dan yang Haq (Syiar Islam), kita menjadikan yang Haq itu sebagai "penutup" yang bathil dan akhirnya kita terbiasa untuk mencampur adukkan keduanya.

"Waspadailah olehmu PERKARA BARU (bid'ah). Karena bid'ah yang awalnya KECIL, lambat laun akan terbiasa dan menjadi BESAR. Demikian pula setiap bid'ah pada ummat ini awalnya hanya kecil MIRIP dengan kebenaran, hingga pelakunya TERTIPU dan sudah TIDAK MAMPU lagi keluar darinya"

Akhirnya semua ini hanya pilihan, semuanya kembali kepada diri anda sebagai pelakunya, kita hanya bisa saling mengingatkan karena sesungguhnya seluruh konsekuensi dari perbuatan kita, kita sendirilah yang akan menuainya.

Salam Hangat Putra Sawerigading

Kamis, 10 Februari 2011

PESTA BUKU BANDUNG 2011

Pesta Buku Bandung 2011
sumber gambar : infobdg.com


Bismillahirrahmanirrahim

Masuk semester baru bagi seorang mahasiswa tentu saja identik dengan mata kuliah baru dan tentu saja perlu buku literatur yang baru pula. Begitupun dengan yang saya alami, belum genap 2 minggu perkuliahan di semester ini, kami sudah dihadapkan pada beberapa buku literatur yang harus dimiliki. Tidak ada pilihan lain lagi kecuali mencari tempat yang murah untuk mendapatkan buku-buku tersebut, dan rasanya tidak ada tempat lain -yang saya tahu- menyediakan buku-buku murah selain Palasari.

Namun berhubung waktu yang belum ada, akhirnya saya belum sempat untuk berburu buku kesana. Sampai akhirnya kemarin saya mendapatkan kabar dari seorang teman kalau ternyata di Landmark Convention Hall kawasan Braga sedang ada kegiatan "Pesta Buku Bandung 2011", yang lebih menarik perhatian lagi adalah ternyata disana buku yang dijual di diskon besar-besaran.

Akhirnya tadi bersama dengan beberapa senior yang memang sedang mencari buku untuk menunjang penelitian mereka, saya pun berangkat kesana dan memang benar, hampir semua stand yang ada disana memberikan diskon yang sangat menggiurkan bagi siapa saja yang berkunjung ke tempat ini.

Begitu masuk ke gedung, ternyata stand yang berada paling depan adalah milik Gramedia (Oh iya stand disini adalah milik dari penerbit-penerbit buku). Begitu masuk di depan terpajang buku kedua dari trilogi Negeri 5 Menara, "Ranah 3 Warna", sayang kalau tidak saya beli padahal buku pertamanya kan sudah saya baca. Akhirnya buku ini saya beli, dengan harga 52 ribu setidaknya saya menghemat 13 ribu dari harga sebenarnya, ini dia bukunya :


Ranah 3 Warna

Setelah membayar buku pertama ini, saya kembali pada tujuan utama datang ke tempat ini, mencari buku literatur kuliah. Setelah berkeliling ke beberapa stand saya akhirnya masuk ke stand milik Refika Aditama, kebetulan di sini saya mendapatkan dua buku yang memang saya cari, yang pertama adalah buku Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat buku ini ditulis oleh dosen saya sendiri di STKS Bandung Bapak Edi Suharto, yang ini juga dapat special price cuman 33 ribu dibanding harga aslinya yang 45 ribu he he he.., Bukunya kayak gini :


Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat
Masih di stand ini juga dapat bukunya James A.Black, Metoda dan Masalah Penelitian Sosial, dan lagi-lagi dengan harga istimewa diskon 50% dari harga aslinya yang 54 ribu. Bukunya seperti ini :


Metoda dan Masalah Penelitian SOsial
Setelah mendapatkan 3 buku saya pikir sudah cukup, tapi begitu mau keluar ada lagi satu stand yang memberikan tawaran menarik, bagaimana tidak harga buku yang diobral cuma di kisaran 5 ribu - 10 ribu, jadilah saya ikut-ikutan mengacak-acak rak buku obral itu, dan hasilnya hanya dengan 25 ribu saya mendapatkan dua buku ini sekaligus :


Islam Anti Korupsi
Begitu ingin membayar ke kasir ternyata "Setan" buku masih menggoda saya untuk membeli sebuah buku lagi, sebuah buku yang menceritakan tentang perjuangan 6 bocah tibet menaklukkan himalaya demi bersekolah, walaupun harganya tidak begitu murah dibanding buku yang lain, tapi lumayanlah masih tetap dapat diskon. Buku yang berjudul Escape Over The Himalayas ini kalau dari luar tampangnya kayak begini :


Escape Over The Himalayas
Akhirnya hari ini saya punya tambahan 6 buku lagi, mudah-mudahan semua bukunya bisa saya baca sampai tuntas dan tentu saja saya berharap bisa bermanfaat.

Oh iya, hanya saja saya sedikit merasa kecewa, soalnya ternyata buku tentang Pekerjaan Sosial yang berkaitan dengan kuliah saya di STKS Bandung masih sangat kurang. Buktinya dari beberapa buku literatur yang menjadi target saya, hanya ada dua yang dapat sisanya tidak ada.

Atau karena profesi pekerja sosial itu sendiri belum populer di Indonesia sehingga buku yang menunjangnya pun tidak begitu banyak dibanding profesi-profesi lain seperti di bidang hukum misalnya, yang bukunya begitu banyak tersedia. Entahlah !

Salam Hangat Putra Sawerigading

Selasa, 08 Februari 2011

GARA-GARA JUDUL


sumber gambar : joshbrisbane.com


Bismillahirrahmanirrahim

Mungkin anda pernah mendapatkan teman atau orang yang ada di sekiar anda mengalami perubahan sikap atau perilaku, dimana perubahan sikap atau perilaku itu terjadi karena ada suatu kejadian yang di alami.

Tapi pernahkah anda mengalami kejadian dimana perubahan sikap yang terjadi pada orang di sekitar anda tidak hanya pada satu orang, tapi beberapa orang bahkan banyak orang ? walaupun mungkin tidak separah yang anda bayangkan, tapi fenomena ini cukup membuat saya dan beberapa teman lain yang menyadari hal ini senyum-senyum sendiri. :D

Kebetulan untuk bulan ini kampus saya tercinta STKS Bandung membuka pendaftaran judul penelitian bagi senior tingkat IV yang akan menyelesaikan pendidikannya tahun ini. Alhasil senior-senior ini pun berlomba-lomba untuk membuat judul penelitian yang menarik dan masuk dalam kriteria, hal ini semata-mata dilakukan untuk mengejar target ujian proposal penelitian yang akan dilakukan bulan Maret ini. Kalau tidak dikejar segera, bisa jadi wisuda molor sampai tahun depan.

Tapi ternyata membuat judul tidak semudah membalikkan telapak tangan, banyak dari mereka yang sudah memasukkan judul dan hanya sebagian kecil yang mendapatkan kabar baik.

Akibatnya kehidupan di asrama pun sedikit mengalami perubahan, terutama bagi senior-senior yang belum mendapatkan judul yang tepat, karena selain mengejar target waktu, lingkup penelitiannya pun semakin terbatas karena dalam setiap tema hanya ada 5 judul yang diterima. Akhir-akhir ini saya sering mendapati beberapa senior yang tingkah lakunya sedikit "abnormal".

Abnormal disini maksud saya bukan seperti orang yang sakit jiwa, tapi tingkah laku mereka itu berbeda dengan perilakunya di hari-hari biasa. Ada yang biasa orangnya jarang bicara akhir-akhir ini malah sering nyanyi-nyanyi nggak jelas -teriak- lebih tepatnya, ada juga yang dulunya heboh sekarang malah agak pendiam dan kerjanya hanya di depan laptop -berpikir- mungkin.

Kalau saja saya bukan junior yang bermoral, mungkin fenomena ini akan saya angkat menjadi sebuah penelitian kecil-kecilan. "Pengaruh penentuan judul terhadap kehidupan mahasiswa di asrama putra induk STKS Bandung", tapi dari pada di anggap sebagai junior yang Patoa-toa'i lebih baik jangan dulu.

Selain di kehidupan nyata ternyata pengaruh judul ini juga mengalir sampai di kehidupan dunia maya mereka, hampir semua status-status mereka akhir-akhir ini selalu mengandung kata judul, Misalnya :

...juduul ooohhh juduuuuull,, insya allah bsook kau sdh d ACC... capeeekk sy mikirin kau,, mrancang kau sdemikian rupaa hngga mnjadi satu kalimat... (F.A)

ke kampus.. liat judul.. di acc_Kah ato belum.. (M.M)

" BeLum Ada JuduL",.....
Judul Dlu baRu miMpi jdi SST,....hehehehe,,,(S.Y)


Itu baru 3 contoh saja, yang parahnya ada puluhan status tiap hari yang di upload dengan tema yang sama Judul !!! Ternyata judul ini betul-betul telah menjadi fenomena terutama dalam kehidupan orang-orang di sekitar saya saat ini.

Mengakhiri postingan saya saat ini, saya hanya bisa bisa bilang "selamat berjuang kakanda-kakanda ku, semoga tahun ini bisa mengejar target dan bisa menyandang predikat S.St di bulan oktober mendatang" Amin !!

Salam Hangat Putra Sawerigading

Sabtu, 05 Februari 2011

TERPAKSA DI TULIS



Bismillahirrahmanirrahim

Sebenarnya aku ingin menulis tentang kamu, tapi sangat sulit bagi ku untuk menuliskan kata-kata yang bisa menggambarkan kekagumanku kepadamu, atau mungkin karena aku bukan seorang pujangga yang pandai merangkai kata - seperti kata basejam-.

Semua bagian darimu terasa sempurna bagiku, tiap detil dari bagianmu itu sungguh membuatku sulit menggambarkannya.

Tatapan Matamu..
Lengkungan Hidungmu..
Senyuman yang selalu terpancar dari Mulutmu..

Sulit mencari kata-kata yang tepat untuk menggambarkan kekagumanku terhadap dirimu..

Mungkin kamu tidak pernah sadar betapa aku menikmati setiap momen dimana kita bisa bertemu, momen yang sangat jarang terjadi oleh karena itu aku selalu mencoba untuk menikmatinya.

Ingin sekali diriku untuk bisa merasakan momen seperti itu setiap saat aku mau, tapi tidak bisa. Ada yang lain yang mendekapmu, aku hanya bisa berharap suatu saat nanti aku bisa mendapatkanmu walaupun rasanya sangat sulit dan hampir mustahil, tapi kau harus tahu aku selalu berusaha untuk itu.

Aku tidak tahu apakah kamu yang akan menjadi yang terbaik bagiku, tapi di setiap doa ku, selalu itu yang ku minta. Kalaupun ternyata Tuhan tidak akan pernah membiarkan itu terjadi, tak apalah, asalkan kamu mendapatkan yang memang terbaik bagimu, itu sudah cukup membuatku ikut bahagia untukmu.

Salam Hangat Putra Sawerigading

Rabu, 02 Februari 2011

FEBRUARI (?)

30 februari
sumber gambar : cerpen persahabatan


Bismillahirrahmanirrahim

Sudah bulan Februari, bulan penuh kasih sayang kalau anak muda bilang. Saya juga yakin bulan ini banyak sekali anak muda yang katakan cinta, " Bodo' ". Bagaimana kabarnya Mesir ? perasaan tiap kali nyalakan televisi itu terus yang disiarkan, mengalahkan beritanya Gayus Tambunan ataupun gajinya presiden.

Lama-lama jenuh juga lihat berita yang ada di televisi, semuanya seragam. Sayang sekarang tidak adalagi acara Good News, yang pernah tayang di Trans TV itu, padahal kalau menurut saya acara seperti ini bagus, biar kita tahunya bukan cuman berita-berita korupsi dkk, yang sama-sama memuakkan. Bisa bikin pecah kepala.

Entah kenapa saya tidak begitu suka dengan bulan Februari ini, sampai rasanya tidak sabar menunggu datangnya tanggal 30(?) sebagai penanda akhir bulan ini. Awal bulan ini tidak ada yang begitu istimewa kecuali akhirnya dapat kiriman, "ha ha ha". Lumayanlah buat beli-beli pembungkus badan, kan lumayan menjelang Imlek ini diskon ada dimana-mana, Oh iya selamat IMLEK juga buat yang merayakan.

Hari ini juga hari kuliah perdana, saatnya kembali bergular dengan kertas-kertas dan slide di komputer, yang walaupun bikin kepala pening masih lebih enak dibanding kayak liburan kemarin yang tidak ada kegiatan sama sekali.

Sempat ketawa juga lihat status salah seorang teman di FB, ditulisnya begini "besok (3 Februari) libur kah ?" padahal sudah jelas-jelas di kalender tanggalnya warna merah, saya tidak mau menyalahkan teman ini, karena hal ini mungkin disebabkan oleh kebiasaan masa lalu, dimana hari raya Imlek tidak pernah tercantum di kalender sebagai libur nasional, kalau tidak salah baru saat Gus Dur yah baru dijadikan hari libur nasional (?).

Kayaknya 5 paragraf sudah cukup untuk tulisan di awal bulan ini, bagaimana dengan bulan Februari anda ?

Salam Hangat Putra Sawerigading